Bukan berita baru, kalau banyak mahasiswa yang sudah berkuliah di sebuah perguruan tinggi, kemudian justru mengikuti ujian masuk perguruan tinggi lagi di tahun berikutnya. Kondisi ini merugikan banyak pihak. Ketika seorang mahasiswa memutuskan untuk pindah jurusan, berarti ia sama saja telah menyia-nyiakan jerih payahnya sendiri selama berkuliah di jurusannya sekarang. Selain itu, dengan berpindah jurusan dan mengulang kuliah, mahasiswa tersebut juga telah membuang uang dan waktu dalam jumlah yang besar.
Asal Pilih
Sewaktu masih di bangku SMA, para calon mahasiswa cenderung memilih jurusan secara asal. Mereka masih banyak terpengaruh oleh teman-temannya, tanpa mempertimbangkan minat dan bakat pada jurusan yang dipilih.
Teman-teman saya bahkan masih banyak yang menyesal telah memilih jurusan tempat mereka berkuliah saat ini (Saya berkuliah di sebuah fakultas dengan jurusan ilmu komputer-sistem informasi di sebuah perguruan tinggi di Indonesia). Mereka mengakui bahwa mereka hanya asal memilih jurusan karena peringkat jurusannya cukup tinggi. Lagi-lagi, faktor eksternal seperti pamor dan peringkat jurusan yang membuat banyak calon mahasiswa asal memilih jurusan.
Bimbel Menyesatkan
Bimbingan belajar atau bimbel sangatlah terkenal di kalangan calon mahasiswa. Bimbel menyediakan jasa persiapan mengikuti berbagai macam ujian masuk perguruan negeri. Beberapa bimbel bahkan menyediakan informasi lengkap tentang peringkat perguruan tinggi, kuota penerimaan, hingga detil dari jurusan-jurusannya. Namun, dibalik fasilitas-fasilitas yang disediakan, bimbel juga dapat menyesatkan calon mahasiswa.
Bagi yang memiliki peringkat tinggi di bimbel, biasanya disarankan untuk masuk ke jurusan-jurusan yang favorit. Tujuannya adalah agar ketika calon mahasiswa tersebut diterima di jurusan yang favorit, nama baik bimbel akan terangkat karena berhasil memasukkan muridnya ke jurusan favorit. Padahal, belum tentu jurusan tersebut cocok dengan minat dan bakat si calon mahasiswa. Yang dipikirkan bimbel hanyalah memasukkan sebanyak-banyaknya muridnya ke jurusan-jurusan favorit demi tenarnya nama bimbel tersebut.
Tidak hanya calon mahasiswa dengan peringkat tinggi di bimbel yang disesatkan, tetapi juga yang berperingkat rendah. Biasanya, bimbel menawarkan garansi berupa pengembalian uang kepada calon mahasiswa bimbingannya yang tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi. Untuk menghindari terjadinya kerugian karena gagalnya para calon mahasiswa, bimbel biasanya akan membujuk mereka yang memiliki peringkat rendah untuk memilih jurusan yang 'sepi'. Jurusan-jurusan yang sepi ini biasanya merupakan jurusan yang membutuhkan minat serta keterampilan yang tinggi (Contoh : Sastra Jawa), sehingga hanya orang-orang yang berminat yang mendaftar di jurusan tersebut. Intinya, yang bimbel pedulikan dari peserta didiknya hanyalah sebatas "diterima di perguruan tinggi".
Keinginan Orangtua
Tahun 2013 bukanlah lagi zaman Siti Nurbaya di mana seorang anak ditentukan jalan hidupnya oleh orangtuanya. Namun kenyataannya, masih banyak calon mahasiswa dan bahkan mahasiswa yang memilih jurusan sesuai keinginan orangtuanya. Alasan paling umum biasanya karena menurut orangtua, jurusan yang dipilihkan oleh mereka memiliki prospek yang baik di dunia kerja. Terjadi kesalahan pemikiran di sini. Jika orangtua yang menyukai sebuah jurusan tertentu, mengapa justru anaknya yang dipaksa untuk memilih? Bagus jika anaknya sepemikiran, jika tidak? Yang ada sang anak tidak akan mendapat ilmu sama sekali karena yang ia lakukan hanyalah mengikuti perintah orangtua.
Tips-Tips
Berikut ini adalah beberapa tips dari saya agar tidak salah dalam memilih jurusan :
1. Kenali diri Anda, apa minat Anda, dan di jurusan apa Anda dapat mengembangkan minat Anda tersebut.
2. Bimbel bukan jaminan Anda untuk dapat lulus ujian masuk perguruan tinggi. Jadi, jangan sampai terpengaruh oleh bujukan-bujukan bimbel yang menjerumuskan.
3. Terbuka kepada orangtua tentang minat Anda, serta jelaskan prospek Anda setelah lulus kuliah jika diperbolehkan untuk memilih jurusan sesuai dengan keinginan Anda.
Semoga tulisan ini dapat menjadi media informasi serta pembelajaran bagi calon mahasiswa, mahasiswa, maupun para orangtua yang saya yakini selalu ingin yang terbaik bagi anak-anaknya.
Salam,
Soul Traveler
Tidak ada komentar:
Posting Komentar